hoye55 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
Nanti setelah sebulan,hoye55 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
(责任编辑:viral)
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Indonesia menghuni Grup A di Piala AFF U17 2026 bersama Vietnam
- TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"
- Persija tegaskan tak ada niat diskriminatif terhadap Borneo
- Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
- Mauricio Souza sepakat dengan keluhan pelatih Borneo
- PSSI soroti kasus rasisme dan ingatkan larangan suporter tandang
- PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang
- Garnacho: Laga kontra Wrexham salah satu yang tersulit bagi Chelsea
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Beckham sebut rekor positif di kandang jadi modal berharga vs Persik
- Persebaya Surabaya imbang lawan Persib Bandung 2
- Carlos Pena puas dengan kemenangan besar Persita atas Madura
- Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
- Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu
- Pelatih Borneo menilai Rivaldo Pakpahan layak masuk timnas Indonesia
- Thom Haye optimistis Persib kalahkan Persik
- Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Pesan Umuh jelang Persib hadapi Persebaya di Surabaya
- situs scam views+
- bokep indo views+
